Sukoharjo — Sebanyak tujuh mahasantri Angkatan I Ma’had Abdurrahman Assanad resmi menyelesaikan masa pendidikan dalam Haflah Akhirussanah dan Awalussanah yang digelar di Gedung IPHI Jati, Mulur, Bendosari, Sukoharjo, Selasa (25/8/2026). Pada kesempatan yang sama, tujuh mahasantri Angkatan II diperkenalkan untuk memulai masa pendidikan mereka di Ma’had Abdurrahman Assanad.
Bagi Angkatan I, haflah tersebut menjadi penanda berakhirnya satu tahun masa pendidikan sekaligus awal dari amanah pengabdian. Prosesi wisuda ditandai dengan penyerahan syahadah dan samir kepada tujuh wisudawan, dilanjutkan pembacaan ikrar oleh Mudir Ma’had Abdurrahman Assanad, Ust. Faqih Daryanto, S.Pd.I. Pada kesempatan tersebut juga disampaikan penugasan pengabdian bagi para wisudawan.
Mewakili para wisudawan, Muhammad Fatan menyampaikan kesan dan pesan atas perjalanan yang telah dilalui selama satu tahun di ma’had. Masa pendidikan tersebut menjadi bagian dari proses pembentukan bekal keilmuan dan kesiapan untuk melanjutkan peran di tengah masyarakat.
Penguatan tentang pentingnya bekal keilmuan disampaikan Ust. K.H. Ihsan Syaifudin, S.Ag, dalam tausiyahnya. Ia menekankan pentingnya tafaqquh fiddin, yaitu memahami agama dengan baik dan mendalam, yang perlu ditopang dengan tafaqquh bil lughatil ‘arabiyah, yakni kemampuan memahami bahasa Arab, serta balaghah, yaitu kemampuan berkomunikasi secara fasih dan menyampaikan ilmu dengan baik, tepat, serta sesuai dengan kesiapan dan kondisi pendengarnya.
Bekal tersebut menjadi penting bagi para mahasantri yang dipersiapkan untuk terlibat dalam dakwah dan pengabdian. Ilmu tidak hanya dituntut untuk dipahami, tetapi juga diamalkan dan disampaikan dengan cara yang tepat agar dapat diterima dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Semangat keilmuan dan pengabdian itulah yang kemudian menjadi bagian penting dari perjalanan tujuh wisudawan Angkatan I. Setelah menyelesaikan pendidikan, mereka akan menjalankan penugasan pengabdian yang telah ditetapkan sebagai bagian dari penerapan ilmu dan pembelajaran yang telah ditempuh selama di ma’had.
Di sisi lain, tujuh mahasantri Angkatan II mulai menapaki perjalanan yang sama. Kehadiran angkatan baru ini menjadi bagian dari keberlanjutan program pendidikan Ma’had Abdurrahman Assanad dalam membekali generasi muda dengan ilmu agama dan bahasa Arab serta mempersiapkan mereka untuk dapat berkontribusi di tengah masyarakat.
Haflah tersebut turut dihadiri berbagai unsur yang selama ini memberikan perhatian terhadap perjalanan ma’had. Kepala Desa Mulur, Bapak Sugeng Riyadi, S.H., menyampaikan sambutan, sementara kesan dan pesan yang mewakili yayasan, takmir, dan masyarakat disampaikan oleh Ust. H. Warsito, S.Ag., MM.
Haflah Akhirussanah dan Awalussanah tahun ini mengangkat tema “Meneguhkan Semangat Keilmuan, Mengukuhkan Amanah Pengabdian.” Tema tersebut menggambarkan kesinambungan perjalanan pendidikan di ma’had: ilmu yang dipelajari menjadi bekal untuk menjalankan amanah, sementara proses pendidikan terus dilanjutkan oleh generasi berikutnya.
Atas terselenggaranya seluruh rangkaian pendidikan dan kegiatan Ma’had Abdurrahman Assanad selama ini, pihak ma’had menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan doa, dukungan, perhatian, tenaga, dan pemikiran. Ke depan, keberlangsungan pesantren diharapkan dapat terus dikawal dan didukung bersama, sehingga Ma’had Abdurrahman Assanad dapat terus berlanjut, semakin berkembang, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.





































