Lompat ke konten
Tablig Akbar 1448h Masjid Jamik Abdurrahman Assanad Jati Sukoharjo

Tabligh Akbar 1 Muharram 1448 H di Masjid Jamik Abdurrahman Assanad Jati Santuni 119 Anak Yatim dan Dhuafa

Sukoharjo – Memperingati malam 1 Muharram 1448 Hijriyah yang bertepatan dengan Senin, 15 Juni 2026, Masjid Jamik Abdurrahman Assanad Jati menggelar Tabligh Akbar sekaligus menyalurkan santunan kepada 119 anak yatim dan dhuafa. Kegiatan dipusatkan di halaman masjid dan dihadiri sekitar 1.000 peserta.

Cuaca cerah mendukung kelancaran acara. Berdasarkan jumlah konsumsi yang disediakan panitia, peserta yang hadir diperkirakan mencapai 1.000 orang.Acara dimulai pukul 20.00 WIB dengan pembukaan dan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ananda Andika, mahasantri Pondok Abdurrahman Assanad. Sambutan pertama disampaikan Ketua Panitia yang diwakili Ketua Takmir Masjid Jamik Abdurrahman Assanad Jati, Drs. H. M. Amirudin Ridwan. Sambutan berikutnya dari Forkompincam yang diwakili Sekretaris Camat.

Rangkaian acara dilanjutkan dengan seremoni penyerahan santunan secara simbolis kepada lima anak. Penyerahan uang saku dan paket alat tulis dilakukan di atas panggung, didampingi jajaran pengurus takmir dan Forkompincam. Total penerima santunan pada malam itu berjumlah 119 anak, terdiri dari anak yatim dan dhuafa.

Memasuki acara inti, Ustaz Abul Aswad Al-Bayati menyampaikan tausiah bertema “Ngupadi Mulyo Ing Wulan Suro”. Dalam ceramahnya, ia berpesan agar umat Islam meraih kemuliaan di bulan Muharram dengan memperbanyak amal saleh, berpuasa, dan memperbanyak doa. “Bulan Muharram adalah bulan yang dimuliakan Allah. Pahala amal saleh di dalamnya dilipatgandakan,” tegasnya.

Ketua Takmir Masjid Jamik, Drs. H. M. Amirudin Ridwan, menyampaikan terima kasih kepada para muhsinin yang telah mendukung kegiatan. “Semoga Allah SWT membalas kebaikan para donatur dengan ganti yang lebih baik,” ujarnya.Kegiatan Tabligh Akbar dan santunan ini menjadi agenda rutin Masjid Jamik Abdurrahman Assanad Jati setiap memasuki Tahun Baru Hijriyah sebagai wujud kepedulian sosial dan syiar Islam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *