Ribuan jamaah se-wilayah Jati Raya memadati Lapangan Plongkowati untuk mengikuti Sholat Idul Fitri yang dilaksanakan pada Sabtu, 21 Maret 2026, mulai pukul 05.30 WIB. Sholat ini diselenggarakan dan dikoordinasikan oleh Masjid Jami’ Abdurrahman Assanad, dipimpin oleh Ust. Farid Basya Rahil sebagai imam, dan Ust. Drs. H. M. Amirudin Ridwan sebagai khotib.
Sholat Idul Fitri tahun ini dihadiri oleh ribuan jamaah, menjadi momen kebersamaan dan ungkapan syukur atas kesempatan menunaikan ibadah puasa Ramadhan dengan khidmat.
Laporan Penerimaan Zakat
Setiap Idul Fitri, panitia menyampaikan laporan penerimaan zakat fitrah dan zakat maal. Laporan mencakup total penerimaan dari Masjid Jami’ Abdurrahman Assanad dan 17 masjid/mushola di Wilayah Jati Raya.
Alhamdulillah, jumlah yang terkumpul menunjukkan kepedulian dan kedermawanan jamaah. Total beras mencapai 8.134 kg, turun sekitar 3% dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, uang zakat fitrah tercatat sebesar Rp 27.830.000, meningkat 6,55%, dan zakat maal mencapai Rp 21.265.000, naik signifikan hingga 41,53%.
Laporan ini menjadi bukti nyata kepedulian jamaah dalam berbagi kepada sesama dan meningkatkan kesejahteraan umat.
Meraih Taqwa dan Menjaganya Sepanjang Waktu
Dalam khotbahnya, Ust. Drs. H. M. Amirudin R. mengajak jamaah untuk memahami makna takwa yang menjadi tujuan utama ibadah puasa Ramadhan. Beliau menukil kisah sahabat Umar bin Khattab r.a. yang bertanya tentang takwa kepada Ubay bin Ka’ab r.a..
Ubay memberikan perumpamaan sederhana, “Pernahkah engkau berjalan di jalan yang penuh duri?” Ketika Umar menjawab pernah, Ubay bertanya, “Apa yang engkau lakukan?” Umar menjawab, “Aku berhati-hati dan berusaha menghindarinya.” Dari sinilah, takwa dimaknai sebagai sikap hati-hati dan penuh kewaspadaan dalam menjalani kehidupan agar terhindar dari dosa.
Lebih lanjut, beliau mengingatkan pentingnya membiasakan amal kebaikan, meskipun sedikit. Amal yang dilakukan secara rutin dan istiqomah lebih dicintai oleh Allah SWT daripada amal besar yang tidak berkelanjutan.
Di akhir khotbah, beliau menyampaikan bahwa kesuksesan sejati bukanlah pada capaian dunia, melainkan pada keberhasilan meraih surga Allah SWT, sebagaimana dalam firman-Nya pada QS. Ali Imran ayat 185. Apa yang tampak sebagai kenikmatan dunia bisa jadi merupakan istidraj, yang justru menjauhkan dari ketenangan dan berujung kerugian di akhirat.
Pesan ini menjadi pengingat bagi seluruh jamaah agar semangat Ramadhan tidak berhenti, tetapi terus dilanjutkan dengan menjaga ketakwaan, memperbanyak amal kebaikan, dan mengarahkan tujuan hidup menuju kebahagiaan akhirat. Aamiin.






Mantab. Baarakallahu fiikum untuk seluruh takmir dan jamaah Masjid Jami Abdurrahman As Sanad.
Komentar ditutup.