Mengurus masjid bukan sekadar tugas, melainkan panggilan hati. Ada orang-orang yang mengabdikan waktunya untuk rumah Allah, setia membersamai jamaah, dan menjaga hidupnya masjid dari hari ke hari. Di antara mereka adalah Pak Ahmadi, takmir Masjid Jamik Abdurrahman Assanad yang juga akrab disapa Ustadz Ahmadi. Selama puluhan tahun, ia berkhidmat dengan penuh keikhlasan dan kesabaran. Pada akhir tahun 2025, Allah SWT memberinya kesempatan menunaikan ibadah umroh melalui Program Umroh Gratis dari Pemerintah Kabupaten Sukoharjo.
Pak Ahmadi, takmir Masjid Jamik Abdurrahman Assanad yang berlokasi di Jati, Desa Mulur, Kecamatan Bendosari, menjadi salah satu penerima manfaat program ini. Bersama para takmir masjid lainnya, ia berangkat ke Tanah Suci pada 13 Desember 2025 untuk menunaikan ibadah umroh. Setelah menyelesaikan rangkaian ibadah, rombongan takmir kembali ke tanah air dan tiba di Sukoharjo pada 21 Desember 2025.
Sejak tahun 1990-an, Pak Ahmadi telah mengemban amanah sebagai takmir masjid. Bahkan jauh sebelum itu, sejak masih muda, ia sudah aktif mengurus masjid—mulai dari menabuh beduk hingga menimba air untuk keperluan jamaah. Seluruh pengabdian tersebut dijalani dengan istiqamah, sebagai bentuk khidmat kepada rumah Allah dan pelayanan kepada umat.
Ketika mendengar kabar adanya Program Umroh Gratis untuk Takmir Masjid dari Pemerintah Kabupaten Sukoharjo, Pak Ahmadi tidak banyak berharap. Ia hanya memohon kepada Allah SWT dan meminta doa restu dari ibunya. “Saya minta doa kepada Ibu, dan alhamdulillah Allah memberi jalan hingga bisa ikut program ini,” tuturnya dengan penuh syukur.
Program yang diinisiasi pada masa kepemimpinan Bupati Sukoharjo Etik Suryani dan Wakil Bupati Eko Sapto Purnomo ini menjadi wujud apresiasi atas dedikasi para pengurus masjid yang selama ini menjadi garda terdepan dalam pelayanan umat, dan direncanakan kembali berlanjut pada tahun 2026 dengan mekanisme yang serupa.
Bagi Pak Ahmadi, program ini bukan sekadar perjalanan ibadah, melainkan bentuk perhatian yang sangat berarti bagi para takmir masjid yang selama ini berkhidmat dalam diam. Ia berharap program umroh untuk takmir masjid seperti ini dapat terus dilanjutkan oleh para pemimpin daerah, baik di Sukoharjo maupun daerah-daerah lainnya, pada periode-periode mendatang.
Kisah Pak Ahmadi menjadi pengingat bahwa keikhlasan dalam mengurus rumah Allah tidak pernah sia-sia. Pengabdian yang dijalani dengan sabar dan istiqamah, insya Allah akan berbuah kebaikan, baik di dunia maupun di akhirat.





