Jati, Mulur — Mahasantri Ma’had Abdurrahman Assanad Jati kembali melanjutkan rangkaian Gerakan Santri Mencintai Masjid melalui kegiatan “Pelatihan Semangat Mencintai Kebersihan Masjid” bersama Ustadz Yusron, Sabtu, 22 November 2025. Sesi ini merupakan pendalaman teori setelah praktik lapangan pada Ahad, 16 November di Masjid Jami’.
Dalam pertemuan kali ini, para mahasantri mendapatkan pemahaman lebih terstruktur tentang konsep kebersihan dalam Islam, termasuk adab, prinsip, serta teknik menjaga kebersihan area masjid. Materi yang disampaikan menegaskan kembali pentingnya kebersihan sebagai identitas umat, sekaligus penguat pengalaman praktik sebelumnya ketika para santri turut membersihkan toilet dan tempat wudhu bersama Ponpes As-Sahl Polokarto.
Poin-poin materi pelatihan:
- Membangun kesadaran bahwa kebersihan adalah karakter seorang mukmin, bukan sekadar kebiasaan, tetapi cermin keimanan.
- Korelasi antara kebersihan dan kesuksesan, baik dalam kehidupan pribadi, pendidikan, maupun lingkungan sosial.
- Kesadaran kebersihan berdampak pada kebersihan jiwa, mengajarkan ketertiban, ketenangan batin, dan kedisiplinan.
- Kegiatan kebersihan sebagai sarana mendekatkan santri dengan umat, melalui bakti sosial dan aksi nyata menebar manfaat.
- Memulai dari lingkungan domisili, sehingga menjadi teladan yang kemudian dapat diterapkan di masjid atau musala sekitar.
- Belajar melalui praktik langsung, karena mencoba sendiri akan menjadi pengalaman dan pembelajaran berharga.
- Kemandirian pesantren dalam pengelolaan sampah, baik organik maupun non-organik, agar sampah dapat diubah menjadi manfaat.
- Pengadaan peralatan dilakukan bertahap, dimulai dari alat-alat penting yang paling dibutuhkan.
- Indikator kesadaran kebersihan: merasa risih melihat kekotoran, bekerja tanpa menunggu diperintah, dan terbiasa memungut sampah lalu membuangnya di tempat yang semestinya.






